Selama delapan belas tahun belajar, setidaknya kamu sadar akan cara belajar yang kamu suka lakukan. Sebagai contoh, aku alergi terhadap pulpen. Setelah paparan, keluhan berupa malaise dan mood disforik biasanya bermanifestasi. Pencarian "catatan koas hanif" di Telegram, Whatsapp, maupun Sci-Hub tidak akan menunjukkan temuan apapun. Lain ceritanya dengan "catatan bedah uwa", "catatan koas uty", atau catatan legendaris senior-senior lainnya.
Semua rekomendasi di dunia kedokteran didasarkan atas temuan yang telah terbukti (evidence-based medicine). Dengan prinsip yang sama, aku mencoba evidence-based studying. Salah satu metode yang paling banyak dibahas untuk melawan teori forgetting curve oleh Ebbinghaus adalah active recall dan spaced repetition. Gampangnya di Minang: Hafal kaji dek diulang. Hafal jalan dek ditampuah. Pertanyaan selanjutnya muncul: bagaimana cara mengulang materi, seberapa sering, dan seberapa banyak. Masalah ini diselesaikan dengan adanya aplikasi flashcards.
Setelah berselancar di internet, aku memilih untuk menggunakan aplikasi RemNote, aplikasi yang menggabungkan fungsi Notion sebagai basis data dan fungsi Anki sebagai flashcards. Dengan itu, aku tetap memiliki catatan yang bisa aku baca dan flashcards yang bisa aku latih. Materi yang dijadikan flashcards berasal dari catatan koas yang aku lengkapi sedemikian rupa sebanyak sekitar 2.500 kartu. Umumnya, aku mencatumkan referensi catatan di bagian bawah tiap dokumen. Beberapa catatan telah disesuaikan dengan materi bimbel yang terkadang tidak aku temukan dari sumber primer.
Aplikasi ini mudah digunakan. Folder UKNPDPD yang dapat diakses dari tautan di atas cukup diunggah ke aplikasi Remnote. Folder tersebut terdiri atas materi yang dibagi berdasarkan topik besar, mengerucut hingga folder atau dokumen yang lebih spesifik. Jika ingin mengerjakan semua materi, fitur flashcards yang ada di kanan atas diklik pada laman folder UKNPDPD. Jika hanya ingin membahas topik DVE, flashcards dipilih dari laman folder DVE. Cukup intuitif setelah temen-temen coba utak-atik untuk beberapa saat. Kartu yang berisi soal yang mudah (cenderung dijawab benar) akan muncul lebih jarang dibanding kartu dengan soal yang susah (jawabannya salah mulu). Per harinya, target flashcards juga dapat ditentukan agar proses pembelajaran bisa konsisten. “Harus review flashcards biar streak hari ini ga mati”. Flashcards dapat ditambah, dikurangi, dan disunting sedemikian rupa. Penambahan dapat menggunakan pilihan simbol ">>", "<<", atau "<>". Coba-coba sendiri aja, pasti cepet ngerti.
Aku sepenuhnya menggunakan cara ini untuk mempersiapkan ujian. Kala itu, kegiatan review flashcards menjadi ajang seru buat ngumpul sama temen yang lain di satu meja di Kafe Cytokine sebelum perpisahan pulang tiap malamnya.
Metode ini disarankan untuk dicoba sebagai selingan cara utama temen-temen dalam belajar, jika sudah ada metode yang dirasa sudah cukup sesuai. Apa fungsi efisien, jika tidak efektif? Belajar UKNPDPD hendaknya jadi suatu proses yang berusaha dinikmati sepanjang perjalanannya. Suatu rutinitas yang melelahkan, tetapi tidak terlalu menyebalkan karena akan dilakukan setiap hari dalam kurun waktu tertentu. Kalau kamu suka nulis ulang materi dengan pulpen tiga warna beserta stabilo mentereng, lanjutkan. Kalau kamu memilih untuk membaca materi dengan lantang, meskipun dianggap “ga masuk otak kalau ga ditulis pake tangan”, teruskan. Tidak ada metode yang benar-benar salah. Palingan salah kalau ga belajar atau memaksakan cara belajarnya ke orang lain
Idealnya folder tersebut tetap akan aku perbarui berkala dengan catatan perubahan yang dapat dilihat di blog ini. Hal ini bertujuan agar teman-teman bisa tahu perbaikan atau penambahan apa yang dilakukan sehingga meminimalkan kejadian import folder ulang secara keseluruhan. Semua catatan aku buat pribadi sehingga tentu tidak luput dari kesalahan. Jika ada ketidaksesuaian dengan materi yang teman-teman pelajari, aku sangat berkenan untuk dihubungi. Jika memang cocok menggunakan RemNote, personalisasi lebih lanjut dapat dilakukan, seperti menentukan tanggal ujian sehingga durasi recall akan disesuaikan. Bahkan, flashcards juga dapat dikerjakan dengan konsol PlayStation sehingga terasa semakin seru hahaha.
Ohiya klarifikasi, catatan ini dibuat secara mandiri dengan acuan soal TryOut dan materi yang sering muncul di bimbingan belajar. Apakah transferrable ke UKNPDPD Mei kemarin? Sejujurnya, tidak. Aku belajar agar tidak mengalami penyesalan saat mengerjakan soal, "eh, ini gastroschisis atau omphalocele". Target ini tercapai kemarin. Penambahan waktu satu tahun untuk belajar tetap tidak akan membuat aku mengerjakan soal dengan percaya diri karena orientasi soal dan materi yang tidak searah. Layak tidaknya flashcards ini dipakai menjadi keputusan teman-teman. Jika masih belajar menggunakan materi bimbel yang beredar, tulisan ini sepertinya masih relevan.
Expected FAQ:
Perbedaan drug of choice, terutama antibiotik.
Pada umumnya, aku mencantumkan sumber terapi yang menjadi pilihan, seperti panduan IAUI untuk ISK dan Harrison untuk helminthiasis. Sependek pemahamanku, pilihan utama antibiotik sepertinya memang belum disepakati dengan mutlak.
Perbedaan algoritma diabetes mellitus
Aku menggunakan Pedoman Pengelolan dan Tatalaksan DMT2 dari PERKENI tahun 2024 yang berwarna biru yang memang banyak berubah dibandingkan pedoman sebelumnya pada tahun 2021 yang berwarna ungu.
Perbedaan jadwal imunisasi
Aku mencantumkan jadwal imunisasi yang tercantum pada situs web kemenkes, bukan IDAI.
Perbedaan rumus resusitasi cairan
Pada flashcards, tercantum rumus yang diambil dari panduan oleh EMSB tahun 2024. Aku belum menyesuaikan kembali dengan PNPK dan ATLS 11
last updated July 12th, 2026