“Selamat datang di Uji Kompetensi OSCE. Peserta dipersilakan menempatkan diri pada station masing-masing. Silakan membaca soal!”
Hanya dengan visual, intonasi kalimat ini terdengar dengan jelas dan lantang, lengkap dengan bunyi bel yang sudah membuat mual saat tulisan ini dibuat.
Kalau ada rekapitulasi kalimat yang paling banyak diucapkan selama pendidikan, posisi kedua akan dinobatkan pada kalimat “Selamat pagi. Saya dokter yang sedang berdinas hari ini, ada keluhan apa?”. Satu jurus pembuka yang diulang ribuan kali sejak hari pertama bergabung dalam Zoom atas agenda keterampilan klinik. Meskipun kalimat tersebut sudah familiar di telinga mahasiswa baru kala itu, lidahku cukup kesulitan menghadapi rasa canggung. Rasanya alam bawah sadar membangkang,
“eh, ngaku-ngaku aja jadi dokter, hahah”
Kalimat tersebut menjadi pembuka rentetan sandiwara yang harus dilakukan selama enam tahun terakhir. Ujian KK, OSCE preklinik, OSCE stase. Tiap potongan keterampilan dilatih dengan berpura-pura menjadi dokter. Mulai dari cuci tangan, keterampilan dilatih secara bertahap. Perlahan tapi pasti, susunan kalimat tersusun semakin rapi.
Menyambut ujian kompetensi, kampus turut memfasilitasi bimbingan dengan dosen pakar. Mengingat jadwal kebanyakan dosen yang juga klinisi yang begitu padat, kita terbiasa dengan reschedule dan cenderung pesimistik terhadap jadwal dari kampus. Nyatanya, hampir semua bimbingan dilaksanakan sesuai jadwal, bahkan, dengan beberapa konsulen dengan riwayat panjang untuk reschedule. Aku jadi bertanya-tanya, apakah kita sampai di titik yang sedikit lebih dijadikan prioritas di antara kegiatan beliau? Hahaha. Beberapa konsulen pun memaknai ini sebagai pertemuan terakhir untuk memberi wejangan kepada kami. “Setelah kalian lulus ujian ini, kita jadi teman sejawat”. Bayangan menjadi sejawat dengan guru yang kepalanya penuh ilmu, tangannya penuh kontrol, menimbulkan rasa goyah akan kelayakan diri ini.
OSCE UKNPDPD adalah raja terakhir yang harus dihadapi. Tak lagi tersegmentasi, tujuan yang ingin dicapai adalah kompetensi komprehensif sebagai seorang profesional. Tau atau tidak tau, bisa atau tidak bisa, grogi atau tidak grogi, periode waktu 14x15 menit harus dilalui sebaik mungkin.
Semoga kita bisa menjalani ujian besok sebaik mungkin. Semoga semua roleplay yang telah dilatih dapat dikonversikan menjadi performa yang maksimal di mata penguji. Satu lagi, jangan lupa cuci tangan :o